Senin, 22 Oktober 2018
Mode Baca

Home/ Hukum / Berita

Kamis, 11 Oktober 2018 21:13 WIB

Pemalsuan Tandatangan Johan Sulaiman Bakal Tempuh Jalur Hukum

Johan Sulaiman l Foto : istimewa

BANDARLAMPUNG (suarapedia) - Wakil Ketua DPRD Lampung, Johan Sulaiman bakal menempuh jalur hukum, atas pemalsuan tanda tangannya dalam surat undangan pemanggilan tim panitia seleksi (pansel) sekertaris daerah Lampung, Selasa (9/10/2018) lalu.

Menurut politisi partai keadilan sejahtera (PKS), selain merugikan dirinya secara pribadi sebagai wakil ketua yang bertugas membawahi  kinerja komisi I, pemalsuan tanda tangan ini juga merugikan lembaga DPRD.

"Selain saya yang dirugikan. Sebagai wakil DPRD tanda tangan palsu ini juga sangat merugikan lembaga DPRD," kata Johan, Kamis (11/10/2018).

Dia menjelaskan, karena pimpinan dewan ini sifatnya kolektif kolegial. Dirinya sudah meminta kepada pimpinan untuk melakukan rapat mengambil tindakan ini, alasannya hal ini juga sudah merugikan lembaga DPRD.

"Tidak menutup kemungkinan kita akan mengambil jalur hukum. Namun kita rapatkan di unsur pimpinan," katanya

Terpisah, Imer Darius wakil ketua DPRD Lampung menyebut, pemalsuan tanda tangan tersebut tidak mungkin dilakukan oleh staf tanpa ada perintah dari oknum anggota dewan.

"Saya ini sudah 10 tahun di DPRD, jadi tidak ada staf yang pernah membuat atau memalsukan surat dan tidak akan berani membuat surat kalau tidak ada perintah dari pimpinan komisi. Jadi, semua harus bertanggung jawab, karena ini merupakan bentuk kelalaian yang disengaja, ada unsur kesengajaannya,”ungkapnya

Imer pun telah berkoordinasi dengan badan kehormatan (BK) DPRD Lampung untuk mengusut tuntas aktor yang perintah staf sekretariat komisi melakukan pemalsuan tandatangan.

 “Kita sudah koordinasi dengan pimpinan BK agar segera ambil langkah. Karena kita mau tanya  apa motifnya pimpinan komisi menyuruh itu,”kata Imer Darius

Sementara itu, Pengamat Hukum dari Universitas Lampung, Yusdianto mengatakan Perbuatan memalsukan tandatangan melanggar Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 263 ayat (1) dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

"Pemalsuan Tanda tangan bisa dipidana, dan ancaman hukumannya 6 tahun penjara," katanya.(*)



Tanggamus
Minggu, 21 Oktober 2018 19:27 WIB
Hukum

Dianggap Meresahkan, Polisi Razia Komunitas Motor di Tanggamus

TANGGAMUS (suarapedia) - Polres Tanggamus, Lampung, melalui Polsek Talangpadang lakukan razia dan pemeriksaan terhadap komunitas

 

Tanggamus
Minggu, 21 Oktober 2018 19:20 WIB
Politik

Gunadi Yakin Prabowo-Sandi Menang di Lampung

TANGGAMUS (suarapedia) - Dalam rangka pemantapan Pemilihan Presiden periode 2019-2024, Partai Gerindra melaksanakan Rapat Koordinasi

 

Bandar Lampung
Minggu, 21 Oktober 2018 19:02 WIB
Ekonomi

Ike Edwin dan Nurul Ikhwan Sepakat Lampung Fair Utamakan Produk Lokal

BANDARLAMPUNG (suarapedia) - Perhelatan Lampung Fair 2018 tidak luput dari perhatian Irjen Pol Ike Edwin. Dalam kunjungannya,

 

Laliga
Minggu, 21 Oktober 2018 03:45 WIB
Olahraga

Messi Jadi Korban Kemenangan Barcelona Atas Sevilla

BANDARLAMPUNG (suarapedia) - Lionel Messi menjadi korban kemenangan Barcelona atas Sevilla. Sang Kapten harus menyudahi pertandingan

 

Liga Inggris
Minggu, 21 Oktober 2018 01:46 WIB
Olahraga

Liverpool Menang, Berikut Klasemen Liga Inggris Pekan ke-9

BANDARLAMPUNG (suarapedia) – Liverpool berhasil meraih tiga angka saat bertandang ke John Smith's Stadium markas Huddersfield