Sabtu, 20 Oktober 2018
Mode Baca

Home/ Ekonomi / Berita

Senin, 17 September 2018 09:35 WIB

Pemkab Waykanan-BI Gelar Pelatihan Budiaya Kopi

Foto : istimewa/kominfo waykanan

WAYKANAN (suarapedia) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Waykanan, Lampung bersama Bank Indonesia (BI) menggelar Pelatihan Budidaya Kopi (Good Agriculture Practice) di Kampung Jukubatu Kecamatan Banjit, kemarin.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Waykanan, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, Camat Banjit Kabupaten Waykanan, Kepala UPT Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kecamatan Banjit, Kasui dan Rebang Tangkas Kabupaten Waykanan, Kepala Kampung Juku Batu Kecamatan Banjit Kabupaten Waykanan, Narasumber/Pengajar Bantuan Teknis Pelatihan Budidaya Kopi, serta peserta bantuan teknis budidaya kopi yang berasal dari 3 kecamatan yaitu Kecamatan Banjit, Kasui dan rebang tangkas

Diketahui sebelumnya bahwa Provinsi Lampung adalah penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia,  dengan luas areal seluas 161.532 ha, dan produksi sebesar 144.516 ton, serta produktivitas 1.004 kg/ha (Statistik Perkebunan Lampung, Tahun 2012).

Dalam sambutannya, Bupati Waykanan Raden Adipati Surya yang diwakili oleh Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Waykanan, Bani Aras mengatakan, di Provinsi Lampung terdapat tiga Kabupaten yang memiliki ciri khas daerah terkait perkebunan kopi yaitu Waykanan, Lampung Barat dan Tanggamus. 

"Hal ini diperkuat juga dengan Serifikat yang diperoleh Kabupaten Waykanan dari Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia  Jakarta terkait Indikasi Geografis dengan nama Kopi Robusta Lampung  sesuai Nomor 000000026 tanggal pendaftaran 13 Mei 2014.  Di samping itu juga bahwa tanaman Kopi yang ada di kabupaten Waykanan apabila kita tanam di tempat lain, tidak akan menghasilkan hasil yang maksimal dan tidak dapat berkembang dengan baik, hal ini disebabkan karena kurang  atau tidak cocoknya  iklim dan kondisi geografis yang dimiliki daerah tersebut, begitu pula sebaliknya," kata Bani Aras.

Dia menjelaskan, areal produksi kopi robusta terbesar di Kabupaten Waykanan terletak di 11 Kecamatan.  Luas pertanaman kopi Waykanan  19.690 Ha dengan produksi 7.589 ton/tahun. Melihat luasnya areal penanaman dan produksi kopi yang dihasilkan maka kopi dapat dijadikan menjadi komoditas utama dan penting untuk dikembangkan. Kopi juga sangat menjanjikan untuk dikembangkan karena selain memiliki pasaran, tanaman kopi juga merupakan tanaman jangka panjang yang dapat meningkatkan pendapatan petani kopi.

Peluang- peluang untuk pengembangan perkopian Kabupaten Waykanan sebagai berikut : Pertama, permintaan produk-produk kopi masih sangat tinggi, terutama di pasar domestik dengan penduduk yang melebihi 200 juta jiwa merupakan pasar potensial.

Kedua, peluang ekspor terbuka terutama bagi negara-negara pengimpor wilayah non tradisional seperti Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah dan Eropa Timur.  

Ketiga, kelimpahan sumberdaya alam dan letak geografis di wilayah tropis merupakan potensi besar bagi pengembangan agribisnis kopi. 

Keempat, permintaan produk kopi olahan baik pangan maupun non pangan cenderung mengalami kenaikan setiap tahun, sebagai akibat peningkatan kesejahteraan penduduk, kepraktisan dan perkembangan teknologi hilir.

Kelima, tersedianya bengkel bengkel alat dan mesin pertanian di daerah serta tersedianya tenaga kerja. Seperti alat pemecah biji kopi, alat pengupas kulit kopi, dan lantai jemur.

“Pengolahan dan pemasaran produk kopi di Kabupaten Waykanan masih menghadapi beberapa permasalahan diantaranya rendahnya produksi kopi, dengan produktivitas 0,44 Kg/Ha (Waykanan Dalam Angka, 2017); serta masih rendahnya SDM Pekebun Kopi Ketiga, rendahnya daya saing produk kopi, baik kopi biji maupun kopi olahan yang disebabkan oleh rendahnya mutu dan tampilan produk, rendahnya tingkat efisiensi produksi dan pemasaran, rendahnya akses pelaku usaha terhadap informasi, lemahnya budaya pemasaran dan pelaku kewirausahaan, serta minimnya  sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran produk kopi,” terangnya.

Selain itu, rendahnya tingkat keberlanjutan usaha-usaha pengolahan dan pemasaran produk kopi yang disebabkan oleh kecilnya skala usaha (tidak mencapai skala ekonomi); masih tersekatnya subsistem produksi usaha tani (on-farm) dengan pengolahan dan pemasaran; belum berorientasi pasar; pemanfaatan teknologi yang kurang ramah lingkungan; kurang profesionalnya sumber daya manusia; serta lemahnya kemitraan dan kelembagaan usaha.

“Lalu, pembangunan pengolahan dan pemasaran produk kopi belum banyak menyentuh masyarakat bawah, khususnya para petani kecil sehingga hasilnya pun belum banyak dinikmati oleh petani kopi,” ungkapnya. 

Untuk mengatasi berbagai permasalahan pengembangan Kopi, salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Waykanan adalah bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Nomor 20/1/PKS/Bdl/2018 dan 9.P/I.04-WK/HK/2018, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Waykanan akan menyelenggarakan Bantek Pelatihan Budidaya Kopi (Good Agriculture Practice) kepada petani kopi di 3 (tiga) Kecamatan Banjit, Kasui, dan Rebang Tangkas, adapun waktu pelaksanaan pada Hari/Tanggal : Sabtu-Minggu/15-16 September 2018 di Kampung Juku Batu Banjit. Adapun beban anggaran kegiatan ini menjadi beban anggaran Bank Indonesia.    

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani Kopi, Meningkatkan produksi dan pendapatan petani kopi, Menambah wawasan manajemen teknik budidaya tanaman kopi, penanganan pasca panen dan pengolahan biji kopi berkualitas, serta pengembangan kelembagaan kelompok tani kopi.

“Sasaran Bantuan Teknis Pelatihan Budidaya Kopi ini adalah Petani pekebun kopi dan telah terhimpun dalam wadah kelompok tani  terdiri dari Kelompok Tani Kopi yang ada di 3 (tiga) Kecamatan Banjit, Kasui, dan Rebang Tangkas  dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang dengan rician 40 petani dan 10 pegawai Teknis dan PPL di wilayah program demplot kopi di Kabupaten Waykanan," pungkasnya. (MS/CHAIKAL)



Lampung Selatan
Jumat, 19 Oktober 2018 22:25 WIB
Daerah

GM PT ASDP Bakauheni Silaturahmi dengan Jurnalis

LAMPUNG SELATAN (suarapedia) - General Manager (GM) PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Lampung Selatan,

 

Lampung Timur
Jumat, 19 Oktober 2018 21:59 WIB
Politik

Hadapi Pemilu, Bawaslu Lampung Tinjau Kesiapan Bawaslu Lampung Timur

LAMPUNG TIMUR (suarapedia) - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) menerima kunjungan atau supervisi

 

Waykanan
Jumat, 19 Oktober 2018 16:59 WIB
Hukum

Proyek Tak Bertuan Ditemukan di Baradatu

WAY KANAN (suarapedia) - Proyek tak bertuan ditemukan di Kecamatan Baradatu, Waykanan, Lampung. Proyek drainase sepanjang kurang

 

Lampung Timur
Jumat, 19 Oktober 2018 16:45 WIB
Daerah

Wabup Lampung Timur Hadiri Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna

LAMPUNG TIMUR (suarapedia)  - Wakil Bupati (Wabup) Lampung Timur Zaiful Bokhari hadiri pembukaan acara Temu Karya Nasional

 

Salatiga
Jumat, 19 Oktober 2018 16:39 WIB
Daerah

Kebakaran Hutan di Gunung Merbabu Berhasil Dipadamkan

SALATIGA (suarapedia) - Pemadaman api akibat kebakaran hutan di kawasan Gunung Merbabu tepatnya di daerah Getasan Kabupaten Semarang