Rabu, 26 September 2018
Mode Baca

Home/ Daerah / Lampung / Berita

Kamis, 13 September 2018 19:32 WIB

Posko Dibubarkan Petugas, WFS Berikan Bantuan Hukum

Foto : istimewa

BANDARLAMPUNG (suarapedia) - Kantor Bantuan Hukum Wahrul Fauzi Silalahi (WFS) dan Rekan, memberikan bantuan hukum kepada petani cinta damai yang poskonya dibubarkan oleh petugas.

Arif Hidayatulloh Pj pendamping hukum mengatakan, bantuan hukum ini diberikan, karena kebebasan berserikat dan berkumpul dilimdungi oleh undang-undang. Sedangkan petani yang mendirikan posko karena menuntut penutupan PT Dharma Agrindo malah di bubuarkan kepolisian.

"Kita prihatin, jika dilihat dari surat kepolisian ini, sebab apa yang dilakukan oleh mereka (petani), salah satu bentuk kekebebasan berpendapat. Kita akan memberikan bantuan hukum kepada mereka," katanya, Kamis (13/9/2018).

Sebagai langkah awal, pihaknya masih masih melakukan kajian terhadap permasalahan yang terjadi pada petani Desa Karangrejo, Jati Agung, Lampung Selatan ini.

"Jika dilihat dari kronologinya, ada kemungkinan perusahaan itu melanggar PP no 107 tahun 2015 pasal 1 huruf A tentang izin usaha Industri. Sebab usaha yang dijalankan oleh PT Agrindo tidak sesuai dengan izinya lagi, sebagai penghasil tepung Tapioka," jelas dia.

Sementara itu, kordinator posko petani cinta damai Risma Yanti Borton mengatakan, sudah 40 Hari, terhitung sejak 2 Agustus 2018, Kelompok Petani Cinta Damai, Desa Karang Rejo Kec. Jati Agung Kab. Lampung Selatan mendirikan posko sebagai simbol perlawanan terhadap PT. Dharma Agrindo yang telah beroperasi secara ilegal di Lahan Register 40.

"HGU PT Dharma Agrindo sendiri sudah habis sejak beberapa tahun lalu. Namun sampai sekarang masih beroperasi, menduduki lahan seluas 50 Ha," kata dia.

Risma sendiri sangat menyayangkan tidakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, sebab berdasar pada UU No. 9 tahun 1998 Tentang Kebebasan menyampaikan Pendapat di muka Umum. Negara secara tegas menjamin kebebasan kepada segenap rakyat Indonesia untuk menyuarakan pendapat dimuka umum.

"Tetapi, yang miris adalah justru aparat kepolisian beberapa kali melakukan intimidasi terhadap Kelompok Petani Cinta Damai yang tengah menggelar posko perlawanan. Puncaknya, kemarin ada surat No. B/1881/IX/2018 yang dikeluarkan oleh polres Lampung selatan ditujukan kepada petani yang isinya agar petani segera angkat kaki dan membongkar posko tersebut. Jelas, ini adalah bentuk represifitas terhadap gerakan massa," kata dia. (BOWO)



Bandar Lampung
Selasa, 25 September 2018 21:03 WIB
Politik

Daerah ini Masuk Indeks Kerawanan Pemilu 2019

BANDARLAMPUNG(suarapedia) - Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) telah merilis Indeks Kerawanan Pemilihan

 

Bandar Lampung
Selasa, 25 September 2018 20:54 WIB
Daerah

Pembahasan APBDP, Pendapatan Lampung Diproyeksikan Naik Rp356 Miliar

BANDARLAMPUNG (suarapedia) - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Lampung diproyeksikan meningkat Rp356 miliar. Sementara, komponen

 

Bandar Lampung
Selasa, 25 September 2018 20:50 WIB
Politik

Tim Transisi Arinal Tidak Dibutuhkan

BANDARLAMPUNG (suarapedia) -  Wacana Arinal Djunaidi membentuk tim transisi di masa pemerintahannya dinilai akademisi Universitas

 

Bandar Lampung
Selasa, 25 September 2018 20:28 WIB
Ekonomi

Menu Baru Restoran Ayam Nyelekit, Makan Ayam Pedas Tanpa Tulang

BANDARLAMPUNG (suarapedia) - Bagi anda pecinta masakan ayam pedas. Nampaknya harus mencoba menu baru dari restoran ayam nyelekit

 

Advertorial
Selasa, 25 September 2018 19:48 WIB
Advetorial

Gubernur Lampung Lantik Bupati Terpilih Tanggamus

TANGGAMUS (suarapedia) - Bupati terpilih Kabupaten Tanggamus Hj. Dewi Handajani SE.MM dan Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM Syafi’i