Rabu, 26 September 2018
Mode Baca

Home/ Daerah / Lampung / Berita

Selasa, 11 September 2018 21:11 WIB

Hidup Sebatangkara, Nenek Salminah Hidup dari Belas Kasihan Tetangga

Foto : istimewa

LAMPUNG SELATAN (suarapedia) - Sungguh miris nasib nenek Salminah (60), warga Desa Batuliman Indah, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Untuk memyambung hidup, dia hanya berharap dari belas kasih tetangga.

Lahir di Jawa Tengah tahun 1955 silam. Salminah hidup sebatang kara, tinggal di gubuk reot berdinding geribig dengan lantai tanah. Tidurnyapun hanya dengan bale dari papan tanpa alas kasur. Untuk makan sehari-hari, nenek Salminah yang juga mengalami kebutaan delapan belas tahun silam,hanya mengandalkan dari tetangga yang peduli akan nasibnya.

Dengan kondisi fisiknya tersebut, nenek Salminah tidak bisa beraktivitas dengan leluasa.

Didalam gubug reot, nenek Salminah berusa bertahan hidup. Tak banyak yang tahu, kemana suaminya. Dari keterangan salah seorang tetangga, suami Salmniah berprofesi sebagai petani dan sudah meninggal 20 tahun silam. Ia menpunyai dua orang anak, seorang lelaki dan perempuan. Tapi,kedua anaknya seolah tak peduli akan kehidupan orang tuanya. Demikian cerita tetangganya.

"Anaknya, yang satu tinggal di Kemiling, yang satu lagi di Provinsi Riau. Mereka mengunjungi ibunya belum tentu dalam lima tahun sekali," katanya.

Keprihatinan nasib Salminah, mengundang simpati salah satu perkumpulan gerakan sosial Jumat Berbagi Rasa (JBR), yang dimotori oleh alumni SMA Negeri Wayhalim, Bandarlampung.

Belum lama ini, JBR mendatangi langsung nenek Salminah dan memberikan bantuan sekadarnya. Bantuan itu sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Herni, salah seorang anggota JBR, mengaku tergerak untuk berkunjung ke kediaman Salminah, setelah mendapat informasi dari tetangga nenek tua itu yang juga alumni sekolah itu.

"Kami sengaja mengunjungi rumah nenek Salminah, untuk melihat langsung kondisinya dan memberikan sedikit bantuan dari teman-teman yang sudah menyisihkan rezekinya untuk membantu sesama," kata Herni.

"Nenek Salminah sangat sangat membutuhkan bantuan kita," lanjut Herni.

Dirinya tidak dapat menahan kesedihan ketika memasuki rumah Salminah, didalam rumahnya yang gelap gulita tanpa penerangan meskipun siang hari juga hawa yang sangat pengap, Salminah tetap bertahan hidup.

"Bila kita melihat keatap rumahnya, terlihat banyak sekali tikus berkeliaran. Sesekali tikus-tikus itu turun menemani Salminah makan. Dengan kondisinya  yang mengalami kebutaan, baginya binatang pengerat itu adalah teman yang bisa menghiburnya," ungkap Herni dengan nada prihatin.

Melalui JBR, Herni mengajak teman-teman dan masyarakat yang mempunyai rezeki lebih, untuk membantu nenek Salminah.

 

Herni juga mengimbau kepada pejabat berwenang agar segera memperhatikan nasib Salminah, agar nenek itu bisa hidup layak seperti warga lainnya.  (AZIZ)



Bandar Lampung
Selasa, 25 September 2018 21:03 WIB
Politik

Daerah ini Masuk Indeks Kerawanan Pemilu 2019

BANDARLAMPUNG(suarapedia) - Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) telah merilis Indeks Kerawanan Pemilihan

 

Bandar Lampung
Selasa, 25 September 2018 20:54 WIB
Daerah

Pembahasan APBDP, Pendapatan Lampung Diproyeksikan Naik Rp356 Miliar

BANDARLAMPUNG (suarapedia) - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Lampung diproyeksikan meningkat Rp356 miliar. Sementara, komponen

 

Bandar Lampung
Selasa, 25 September 2018 20:50 WIB
Politik

Tim Transisi Arinal Tidak Dibutuhkan

BANDARLAMPUNG (suarapedia) -  Wacana Arinal Djunaidi membentuk tim transisi di masa pemerintahannya dinilai akademisi Universitas

 

Bandar Lampung
Selasa, 25 September 2018 20:28 WIB
Ekonomi

Menu Baru Restoran Ayam Nyelekit, Makan Ayam Pedas Tanpa Tulang

BANDARLAMPUNG (suarapedia) - Bagi anda pecinta masakan ayam pedas. Nampaknya harus mencoba menu baru dari restoran ayam nyelekit

 

Advertorial
Selasa, 25 September 2018 19:48 WIB
Advetorial

Gubernur Lampung Lantik Bupati Terpilih Tanggamus

TANGGAMUS (suarapedia) - Bupati terpilih Kabupaten Tanggamus Hj. Dewi Handajani SE.MM dan Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM Syafi’i