Rabu, 26 September 2018
Mode Baca

Home/ Politik / Berita

Jumat, 07 September 2018 19:19 WIB

Ratna Serumpaet Sebut Indonesia Akan Hilang

Foto : suarapedia/bowo laksono

BANDARLAMPUNG (suarapedia) - Dihadapan kalangan milenial, Ketua Presedium Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) Ratna Sarumpaet mengatakan kita harus gelisah, Indonesia terancam hilang.

”Kalo tidak gelisah, selesailah kita. Dan hanya Prabowo yang bisa diajak bicara soal ini, ” kata dia saat bertemu dengan relawan  Gerakan Millenial Sandiaga Lampung (Gemilang), di Tanggo hostel, Bandarlampung, Jumat (7/9/2018)

Dia menjelaskan, dengan kondisi Indonesia seburuk saat ini, kalau masih memilih pemimpin yang tidak benar, maka akan hilang Indonesia. 

”Kita dibuat bodoh semuanya. Tahun 2018, hutang Indonesia jadi Rp4 ribu triliun. Karenanya, kita harus gelisah, harus kritis melihat kondisi bangsa saat ini,” kata dia.

Saat ini, Pilpres 2019, momentum luar biasa bagi Bangsa Indonesia agar bangsa ini terlepas dari kesemakin terpurukkannya. "Apapun, saya lakukan untuk Prabowo. Karena, hanya dia, yang bisa diajak bicara saat ini," katanya.

Ratna Sarumpaet mengatakan usianya sudah 70 tahun. Cucunya sudah mahasiswa. ”Kenapa Ratna masih cerewet? ”Karena, saya tidak mau anak cucu saya terbungkam tentang hak berdemokrasinya,” katanya.

Ratna Sarumpaet lahir dalam keluarga Kristen yang aktif secara politis di Sumatera Utara. 

Awalnya, dia belajar arsitektur di Jakarta. Setelah melihat drama W.S. Rendra pada tahun 1969, ia memutuskan untuk keluar dan bergabung dengan grup drama tersebut. 

Lima tahun kemudian, setelah menikah dan masuk Islam, ia mendirikan Satu Merah Panggung; grup drama yang  sebagian besar adaptasi drama asing. 

Pembunuhan Marsinah, seorang aktivis buruh, pada tahun 1993 menyebabkan Sarumpaet menjadi aktif secara politik. 

Dia menulis naskah pementasan orisinal pertamanya, Marsinah : Nyanyian dari Bawah Tanah, pada tahun 1994 setelah terobsesi dengan kasus ini. 

Hal ini diikuti oleh beberapa karya politik lainnya, yang beberapa diantaranya dilarang atau dibatasi oleh pemerintah. 

Semakin kecewa dengan tindakan otokratik Orde Baru Presiden Soeharto, selama Pemilihan Umum 1997, Ratna Sarumpaet dan grupnya memimpin protes pro-demokrasi. 

Pada Maret 1998, ia ditangkap dan dipenjara selama tujuh puluh hari karena menyebarkan kebencian dan menghadiri pertemuan politik "anti-revolusioner".

Setelah dibebaskan, Sarumpaet terus berpartisipasi dalam gerakan pro-demokrasi. Tindakan ini menyebabkan dia melarikan diri dari Indonesia setelah mendengar desas-desus akan ditangkap karena perbedaan pendapat. 

Ketika kembali ke Indonesia, Ratna Sarumpaet terus menulis stageplays yang bermuatan politik. Ia menjadi kepala Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 2003.

Dua tahun kemudian dia didekati oleh UNICEF dan diminta untuk menulis drama untuk meningkatkan kesadaran perdagangan anak di Asia Tenggara. (BOWO)



Bandar Lampung
Selasa, 25 September 2018 21:03 WIB
Politik

Daerah ini Masuk Indeks Kerawanan Pemilu 2019

BANDARLAMPUNG(suarapedia) - Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) telah merilis Indeks Kerawanan Pemilihan

 

Bandar Lampung
Selasa, 25 September 2018 20:54 WIB
Daerah

Pembahasan APBDP, Pendapatan Lampung Diproyeksikan Naik Rp356 Miliar

BANDARLAMPUNG (suarapedia) - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Lampung diproyeksikan meningkat Rp356 miliar. Sementara, komponen

 

Bandar Lampung
Selasa, 25 September 2018 20:50 WIB
Politik

Tim Transisi Arinal Tidak Dibutuhkan

BANDARLAMPUNG (suarapedia) -  Wacana Arinal Djunaidi membentuk tim transisi di masa pemerintahannya dinilai akademisi Universitas

 

Bandar Lampung
Selasa, 25 September 2018 20:28 WIB
Ekonomi

Menu Baru Restoran Ayam Nyelekit, Makan Ayam Pedas Tanpa Tulang

BANDARLAMPUNG (suarapedia) - Bagi anda pecinta masakan ayam pedas. Nampaknya harus mencoba menu baru dari restoran ayam nyelekit

 

Advertorial
Selasa, 25 September 2018 19:48 WIB
Advetorial

Gubernur Lampung Lantik Bupati Terpilih Tanggamus

TANGGAMUS (suarapedia) - Bupati terpilih Kabupaten Tanggamus Hj. Dewi Handajani SE.MM dan Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM Syafi’i