Sabtu, 20 Oktober 2018
Mode Baca

Home/ Ekonomi / Berita

Selasa, 14 Agustus 2018 22:21 WIB

Mulai 15 Agustus, Pembelian Tiket Kapal Ferry Pakai Uang Elektronik

Foto: suarapedia/wandi

LAMPUNG SELATAN (suarapedia) - Berdasarkan NO.35/ASDP-VIII/2018, Mulai tanggal 15 Agustus 2018, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) diseluruh Indonesia, menerapkan sistem pembayaran nontunai (cashless) dalam pembelian tiket ferry, yakni penggunaan uang elektronik di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk.

Adapun uang elektronik yang dapat digunakan merupakan milik empat bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni uang elektronik Brizzi milik Bank Republik Indonesia (BRI), Tap Cash milik Bank Negara Indonesia, E-Money milik Bank Mandiri, serta BLink milik Bank Tabungan Negara.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi dalam siaran pers yang diterima suarapedia.com,Rrabu (14/8/2018) malam mengatakan, penerapan sistem pembayaran nontunai untuk tahap awal berlaku bagi penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua, dan kendaraan roda 4 kecil (golongan IV).

"Dengan menggunakan uang elektronik, pengguna jasa akan lebih mudah, cepat, aman dan nyaman dalam melakukan pembayaran saat beli tiket ferry. Durasi transaksi cashless berkisar antara 30 sampai 35 detik, hal ini cukup singkat karena tidak ada pengembalian uang," katanya.

Ia menegaskan, penerapan sistem pembayaran nontunai menggunakan uang elektronik yang bekerjasama dengan empat bank BUMN, tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap regulasi pemerintah terkait penyelenggaraan tiket angkutan penyeberangan secara elektronik atau Gerakan Nasional Nontunai yang digulirkan Bank Indonesia. Hal ini sejalan dengan program transformasi digital yang tengah dilakukan PT ASDP.

"Ini bagian dari modernisasi industri penyeberangan, dimana terjaadi perubahan yang signifikan, khususnya dalam pembelian tiket ferry yang sebelumnya didominasi transaksi manual menjadi digital," kata Ira.

Dengan metode pembayaran cashless diharapkan, dapat lebih mengoptimalkan pendapatan penyeberangan, keakurasian manifest dan juga memudahkan pencatatan data transaksi keuangan menjadi lebih valid. Bagi pengguna jasa, metode ini tentu akan semakin memudahkan dalam bertransaksi serta dapat meminimalisir peredaran uang palsu.

Berdasarkan data produksi penyeberangan ASDP seluruh Indonesia, hingga Juni 2018, tercatat untuk jumlah penumpang pejalan kaki  mencapai 3.547.102 orang, roda dua mencapai 2.099.684 unit, dan roda empat mencapai 1.122.688 unit.

 “Tentu kami menargetkan agar seluruh pengguna jasa kapal ferry, dapat menerapkan program cashless ini, sehingga dapat menikmati pembayaran tiket dengan lebih mudah, cepat, aman dan nyaman,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi, mengapresiasi perubahan sistem pembayaran yang dilakukan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero).

 “Saya mengapresiasi sistem pembayaran nontunai ini. Sistem ini diharapkan dapat membuat kita semakin terbiasa dengan transaksi digital, maka manifest tercatat tepat waktu dan juga terpenuhinya aspek regulasi,” ucap Dirjen Budi.

Penerapan sistem pembayaran nontunai ini mendukung regulasi pemerintah yang tertuang dalam SK Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 1272/AP.005/DRJD/2018 Tentang Penyelenggaraan Tiket Angkutan Penyeberangan Secara Elektronik.

“Diharapkan dengan sistem digital dan nontunai ini, kondisi layanan penyeberangan semakin baik, manifest menjadi akurat, pelabuhan lebih steril, dan transparansi transaksi lebih maksimal. Yang terpenting, kedepannya akan lebih memudahkan pengguna jasa,” kata Budi di kantor PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Dan untuk diketahui, saat ini untuk menuju ekosistem nontunai di ASDP dirancang melalui 3 fase dengan tiap fase akan diimplementasikan bertahap mulai Agustus 2018. Pada Desember 2018 diharapkan sudah bertambah beberapa bank dan dengan 2 sistem pembayaran dan pada fase terakhir di Maret 2019 sudah harus ada multi bank dan multi pembayaran. (RLS/WANDI)

 



Lampung Selatan
Jumat, 19 Oktober 2018 22:25 WIB
Daerah

GM PT ASDP Bakauheni Silaturahmi dengan Jurnalis

LAMPUNG SELATAN (suarapedia) - General Manager (GM) PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Lampung Selatan,

 

Lampung Timur
Jumat, 19 Oktober 2018 21:59 WIB
Politik

Hadapi Pemilu, Bawaslu Lampung Tinjau Kesiapan Bawaslu Lampung Timur

LAMPUNG TIMUR (suarapedia) - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) menerima kunjungan atau supervisi

 

Waykanan
Jumat, 19 Oktober 2018 16:59 WIB
Hukum

Proyek Tak Bertuan Ditemukan di Baradatu

WAY KANAN (suarapedia) - Proyek tak bertuan ditemukan di Kecamatan Baradatu, Waykanan, Lampung. Proyek drainase sepanjang kurang

 

Lampung Timur
Jumat, 19 Oktober 2018 16:45 WIB
Daerah

Wabup Lampung Timur Hadiri Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna

LAMPUNG TIMUR (suarapedia)  - Wakil Bupati (Wabup) Lampung Timur Zaiful Bokhari hadiri pembukaan acara Temu Karya Nasional

 

Salatiga
Jumat, 19 Oktober 2018 16:39 WIB
Daerah

Kebakaran Hutan di Gunung Merbabu Berhasil Dipadamkan

SALATIGA (suarapedia) - Pemadaman api akibat kebakaran hutan di kawasan Gunung Merbabu tepatnya di daerah Getasan Kabupaten Semarang