29 Maret 2020
BEKASI

PT.KMK Plastics Indonesia PHK Sepihak 19 Karyawan

Foto: istimewa

BEKASI (suarapedia)- PT.KMK Plastics Indonesia (PT.KMK PI) melakukan putus hubungan kerja (PHK) terhadap 19 orang karyawannya.

PHK tersebut buntut dari aksi mogok kerja yang dilakukan anggota Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indoensia (SPEE FSPMI) PT.KMK PT.KMK PI pada 25 April 2019 lalu.

Dari 19 orang tersebut 12 diantaranya adalah pengurus PUK.

Perselisihan berawal dari perundingan bonus tahun 2018 yang tak kunjung selesai meski sudah dilakukan tiga kali perundingan oleh kedua belah pihak.

Para pengurus PUK menuntut bonus berdasarkan pasal 36 huruf (e) Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT.KMK PI yang berbunyi “Bonus bagi karyawan PT.KMK Plastics Indonesia adalah dibagikan setiap tahun kepada seluruh karyawan PT.KMK Plastics Indonesia dalam bentuk uang”.

Karena sudah tertuang dalam PKB dan itu menjadi HAK serta sudah di upayakan bipartit selama 3 kali perundingan namun tidak ada kesepakatan. Pada 29 Maret 2019 PUK SPEE FSPMI PT.KMK PI mengirimkan surat pemberitahuan mogok kerja  kepada perusahaan, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Polres Metro Bekasi dan Pimpinan Cabang SPEE FSPMI Kab/Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dalam surat tersebut tertuang waktu pelaksanaan mogok kerja yaitu pada tanggal 15,16 dan 18 April 2019. Atas saran dari dari Pihak Polsek Cikarang Utara yang menyarankan aksi mogok kerj di jadwal ulang karena berbenturan dengan masa tenang pelaksanaan Pemilu 2019.

Akhirnya PUK SPEE FSPMI PT.KMK  Plastics Indonesia merubah jadwal aksi dengan mengirimkan surat pemberitahuan mogok kerja pada 15 April 2019.

Surat pemberitahuan yang dikirimkan kepada pihak yang bersangkutan tersebut mencantumkan waktu mogok kerja pada tanggal 25,26,29 dan 30 April 2019. Mogok kerja dilakukan secara damai dan tertib mulai pukul 07.00 – 16.00 wib pada tanggal 25 April 2019.

Menganggap mogok kerja yang dilakukan pekerjanya ilegal, pengusahan membalasnya dengan memutus hubungan kerja secara sepihak kepada 19 orang pekerja melalui kuasa hukumnya pada tanggal 16 Juli 2019.

Adapun alasan pengusaha melakukan PHK sepihak tersebut tertuang dalam surat PHK yang berbunya “ Sabotase penutupan paksa pagar perusahaan yang berdampak pada kerugian perusahaan dan membujuk teman sekerja untuk melakukan suatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum”.

Bidang Advokasi PC SPEE FSPMI, Ali Yamin mengungkapkan, alasan PHK tersebut jelas mengada-ada dan belum memenuhi pasal 69 PKB PT.KMK Plastics Indonesia,karena tidak bisa membuktikan melakukan kesalahan berat seperti yang di sangkakan Pengusaha dalam surat PHK Sepihak tersebut.

Karena upaya bipartit menemui jalan buntu, perselisihan PHK tersebut akhirnya menempuh jalan mediasi. Pada tanggal 29 November 2019, Ernawati selaku mediator melalui surat anjuran nomor 567/6938/Disnaker menganjurkan agar pengusaha PT.KMK Plastics Indonesia mempekerjakan kembali ke 19 orang yang di PHK sepihak dan pengusaha dalam waktu 7 hari setelah diterima anjuran memanggil pekerja tersebut secara tertulis untuk bekerja kembali. Dan Pekerja dalam waktu 7 hari setelah diterima anjuran segera melaporkan diri kepada pengusaha.Serta pengusaha membayar hak-hak pekerja yang biasa diterima selama pekerja tersebut tidak di pekerjakan.

Rohaedi, Ketua PUK SPEE FSPMI PT.KMK PLASTICS INDONESIA  dan PC SPEE Bekasi akan mendorong agar anjuran tersebut segera dilaksanakan pengusaha. Dalam waktu dekat pihaknya akan mencoba melobi pihak Pengusaha. Dan mempersiapkan aksi solidaritas bila upaya lobi gagal dilakukan.

“Kami terus melakukan konsolidasi dengan Perangkat Cabang untuk melakukan strategi-strategi agar permasalahan ini cepat selesai.Apapun akan kami upayakan untuk melawan ketidakadilan ini”, ujar Rohaedi kepada Media saat ditemui pascarapat kordinasi dengan PC SPEE Bekasi.di kantor FSPMI Bekasi. (ARD/YADI)


Tag : PT.KMK Plastics Indonesia PHK PUK SPEE FSPMI

Berita Lainnya

©copyright 2018, All right reserved ®www.suarapedia.com