07 Desember 2019
Home Politik Berita
BANDARLAMPUNG

KPU RI Dalami Dugaan Jual Beli Jabatan di KPU Lampung

Foto: istimewa

BANDARLAMPUNG(suarapedia) - Polemik dugaan jual-beli jabatan kursi Komisioner KPU Kabupaten/ Kota yang mencapai ratusan juta rupiah, memaksa tim dari KPU RI turun ke Lampung.

Kedatangan empat orang KPU RI ini untuk mendalami dugaan jual beli jabatan yang menyeret salah satu nama Komisioner Lampung.

Komisioner KPU RI, Evi Novida Ginting Manik bersama Kepala Inspektur KPU RI Adi Wijaya Bakti dan Wakaro KPU RI Wahyu Yudi Wijadjayanti mendatangi kantor KPU Provinsi Lampung, Kamis (14/11/2019). 

Ketiganya melakukan pertemuan tertutup dengan Komisioner KPU Lampung berinisial ENF, dan calon komisioner KPU Pesawaran berinisial LP yang diduga terlibat dalam praktek jual beli jabatan.  Dalam pertemuan tersebut turut hadir pelapor dalam masalah tersebut yakni Budiono dan Gentur Sumedi.

Komisioner KPU RI Novida Ginting Manik mengatakan, tujuan kedatangan mereka untuk mengkonfirmasi terkait kabar dugaan jual beli jabatan di seleksi KPU kabupaten/kota di Lampung yang tengah booming di media.

"Kita perlu mendengarkan secara langsung, dan kalau ada bukti-bukti kita siap menerima," ucap Evi, Kamis (14/11/2019) di kantor KPU Lampung.

Dia juga menyebutkan, karena permasalahan ini sekarang sudah disampaikan ke DKPP dan Polda Lampung.

"Harapan kami semua proses ini bisa berjalan dan hasilnya cepat diketahui, sehingga kita tinggal menunggu apa yang menjadi hasil pemeriksaan DKPP dan kepolisian," tegasnya. 

Evi menegaskan, sambil menunggu proses di DKPP dan Polda Lampung, KPU RI juga turut mencari informasi, berupa data-data untuk bahan pertimbangan mereka dalam mengambil keputusan, karena informasi yang diterimanya dari hasil turun ke Lampung tersebut akan disampaikan kepada para Komisioner KPU RI lainnya.

"Dalam kompetensinya saya diutus KPU maka kami akan melaporkan dalam pleno nanti," kata dia. 

KPU RI, memberikan perhatian khusus di seleksi KPU kabupaten/kita, apalagi di Lampung. Sebab, seleksi KPU kabupaten/kota di Lampung adalah yang terakhir, jika dibanding dengan provinsi lainnya di Indonesia.

"Kami berharap proses seleksi yang kita bangun sistemnya ini bebas dari KKN sehingga fair dan dilakukan tim secara jujur. Jadi inilah sistem yang kita bangun dalam seleksi," terangnya.

Saat disinggung, apakah ada kemungkinan dilakukannya seleksi KPU ulang di Lampung jikalau terbukti adanya KKN pada seleksi sebelumnya, Evi enggan menjawab. "Kita tidak usah berandai-andai, kita lihat nanti hasil pleno," tandasnya. (BOWO)


Tag : KPU RI Jual Beli Jabatan KPU Lampung

Berita Lainnya

Loading...

©copyright 2018, All right reserved ®www.suarapedia.com