13 November 2019
PESISIR BARAT

Festival Surfing Tingkat Remaja di Pesibar Tak Sesuai Harapan

Foto: suarapedia/novan

PESISIR BARAT (suarapedia)-Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengucurkan aggaran sebesar Rp300 juta ke Pesisir Barat Surfing Asosiasi (PBSA) untuk pelaksanaan kegiatan festival surfing tingkat remaja di Pesisir Barat (Pesibar), Lampung, yang dilangsungkan, Kamis (7/11/2019), di Pantai Labuhanjukung Kecamatan Pesisir Tengah.

Sayangnya, anggaran yang demikian besarnya justru tidak berdampak besar terhadap kelangsungan kegiatan yang justru terkesan biasa saja.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pesibar, Agustiawan, mengatakan kegiatan surfing tingkat remaja tersebut merupakan even nasional, harusnya itu menjadi salah satu momen untuk mempromosikan Pesibar sebagai destinasi wisata, khususnya bagi para penakluk ombak untuk bermain surfing.

"Dari Kemenpora RI diketahui ada dua kegiatan yakni SKJ Djadoel dan Surfing tingkat remaja. Namun khususnya kegiatan surfing tingkat remaja yang dengan anggaran cukup besar itu pelaksanaannya terlihat biasa saja," kata Agus.

Dikatakannya, apalagi diketahui anggaran surfing itu sebesar Rp300 juta yang dikelola PBSA. Kegiatan ini merupakan even nasional dan membawa nama Pesibar. "Tentu sangat disayangkan jika even besar bahkan dihadiri perwakilan dari Kemenpora ini dengan kondisi pelaksanaannya yang dinilai biasa saja, padahal tingkat nasional," katanya.

Seharusnya, lanjut Agus, PBSA mampu mengemas pelaksanaan kegiatan tersebut semeriah dan semewah mungkin, terlebih sudah didukung dengan ketersediaan anggaran yang besar dan dihadiri pejabat perwakilan dari Kemenpora.

"Dengan begitu pejabat perwakilan Kemenpora yang hadir itu akan membawa kesan bagus tentang Pesibar ke pusat. Dan tentu harapannya bisa membawa kemajuan Pesibar khususnya sektor pariwisata pantai," pungkasnya.

Dilain sisi, Agus juga sangat menyayangkan sikap Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang telah mencatut nama PWI Pesibar dalam kepanitiaan khususnya pada kegiatan SKJ Djadoel yang juga merupakan rangkaian even dari Kemenpora itu.

"Karena sejak dilaksanakan rapat kepanitiaan hingga pelaksanaan kegiatan, Dispora setempat tidak pernah berkoordinasi dengan PWI Pesibar. Ujuk-ujuk PWI Pesibar masuk dalam struktur panitia. sebagai ketua tentu saya cukup kecewa dan menyayangkan sikap Dispora," katanya.

Terpisah, Sekretaris Dispora Kabupaten Pesisir Barat, Mirton Setiawan, menjelaskan mengenai nama PWI Pesibar yang dimasukan dalam kepanitiaan itu karena memang berkaitan dengan promosi, bahwa kegiatan tersebut harus disebarluaskan salah satunya melalui media. Selain itu juga termasuk di Humas Sekretariat Pemkab Pesibar serta Diskominfo setempat.

"Dicantumkan nama PWI Pesibar itu memang berdasarkan hasil rapat bersama kepanitiaan besar, dan memang kami juga tidak sempat berkoordinasi saat itu, namun yang jelas dalam waktu dekat ini kami akan segera koordinasi dengan PWI Pesibar," ujarnya.

Berkaitan dengan anggaran surfing tingkat remaja, menurut Mirton, memang secara keseluruhan sekitar Rp300 juta yang dikucurkan oleh Kemenpora ke rekening PBSA, namun itu juga sebagian untuk kegiatan pendukung lainnya. "Yang jelas untuk kegiatan surfing tingkat remaja itu dikelola oleh PBSA," tandasnya. (NOVAN)


Tag : Festival Surfing Remaja Pesibar PBSA PWI Kemenpora

Berita Lainnya

Loading...

©copyright 2018, All right reserved ®www.suarapedia.com