22 Juli 2019
Home Politik Berita
BANDARLAMPUNG

Sudin Evaluasi Dinasti Banteng Winarti

Foto: suarapedia/ilustrasi

BANDARLAMPUNG (suarapedia) – DPD PDIP Lampung akan mengevaluasi khusus kepengurusan DPC Kabupaten Tulangbawang. Itu menyusul adanya dugaan kolusi dan nepotisme yang mulai dibangun. Tak tanggung-tanggung, Winarti menempatkan beberapa anggota keluarga duduk dalam kepengurusan DPC PDI Perjuangan setempat.

Winarti yang dilantik  18 Desember 2017 berlahan membenahi struktur partai sejak satu tahun lalu. Momen pemilihan legeslatif dijadikan start awal memenangkan beberapa saudaranya untuk melenggang pada karir politik di Tulangbawang dan Provinsi Lampung.

Beberapa nama yakni , Wayan Eka (anak), Utoyo (ipar Winarti), Kasub Indra Jaya (keponakan Kadek Swartika), Marjoko (adik kandung Winarti), Ketut Romeo (kakak Kadek Swartika). Kelima orang tersebut melenggang menjadi anggota legeslatif. Wayan Eka DPRD Lampung Tengah, Ketut Romeo DPRD Provinsi Lampung sedangkan yang lain menjadi DPRD Kabupaten Tulangbawang.

Keberhasilan kelimanya tidak terlepas dari peran Winarti sebagai Bupati Tulangbawang.

“Ada dugaan memobilisasi aparat pemerintahan bahkan pelaksana pemilu. Tidak hanya dari sisi finansial saja. Namun dari beberapa analisa, finansial yang terbesar untuk pemenangan Wayan Eka, anak Winarti dan Kadek Swartika yang maju di Lampung Tengah,. Sementara yang lain masih ringan karena bergerak dalam lingkup Tulangbawang,” kata Direktur Eksekutif Masyarakat Transparansi Lampung (Matala), Hendriansyah. IKLAN KPU

Mulus memenangkan kelimanya, Winarti mulai menyusun kepengurusan DPC Tulangbawang sebagai salah satu tahapan jelang Munas PDI Perjuangan yang dipercepat ditahun 2019 ini. Penyusunan kepengurusan berdampak pada kekuatan Winarti sebagai bupati dan ketua DPC.

Berdasarkan Surat Keputusan DPP PDI P No 15.02-B/KPTS-DPC/DPP/VI/2017 tentang Penyesuaian struktur dan komposisi DC PDI Perjuangan Tulangbawang  terdapat tiga nama yang sudah duduk dikepengurusan. Yakni Winarti sebagai ketua, Kadek Swartika sebagai wakil ketua bidang kehormatan partai dan organisasi. Sedangkan Utoyo berposisi sebagai wakil ketua bidang pemuda, olahraga dan komunitas seni budaya.

“Dengan komposisi sekarang tidak mnutup kemungkinan dengan terpilihnya lima saudara termasuk anak dari Winarti dan Kadek akan merubah beberapa jabatan di DPC. Terlebih nama Winarti dimunculkan sebagai kadidat Ketua DPD PDIP Provinsi Lampung. Tapi ini tentu menilik pada etika internal partai sendiri. Saya rasa sebagai partai mainstream di Indonesia, PDIP tentu akan sangat bijak,” kata dia.

Sementara itu, Sudin, Ketua DPD PDIP Lampung bakal melakukan evaluasi terkait kolusi dan nepotisme yang terjadi di struktur pengurusan DPC PDIP Tulangbawang. Pasalnya dalam struktur pengurusan DPC, Winarti sebagai ketua memasukan keluarganya dalam jabatan strategis di DPC.

Menurutnya, jika terdapat lebih dari dua saudara ketua yang dimasukan kedalam struktur organisasi ini merupakan sebuah tindakan yang menyalahi AD/ART PDIP. Di dalam AD/ART maksimal saudara ketua yang boleh masuk dalam struktur kepengurusan maksimal dua orang.

"Kalau tidak salah, saudara ketua maksimal dua orang yang boleh masuk dalam struktur pengurusan," kata dia. Masih dikatakan oleh Sudin, 15 DPC PDIP pun akan dievaluasi. Mulai 13 Juli mendatang PDIP Lampung mengelar konfercab.

"Semua akan kita evaluasi, terutama dalam struktur pengurusan hubungan keluarga tidak boleh lebih dari dua. Hal ini dilakukan untuk membuka kesempatan orang lain di luar yang lebih jebat untuk bergabung demi membesarkan PDIP," kata dia.

Terkait lima nama saudara Winarti yang dimasukan dalam struktur pengurusan DPC PDIP Tulangbawang menjadi catatan khusus untuk di bahas 13 Juli mendatang. "Nanti kita akan bahas itu, itu menjadi catatan khusus," tegas dia. (BOWO)


Tag : Sudin PDIP Lampung Politik Dinasti Winarti Tulangbawang

Berita Lainnya

Loading...

©copyright 2018, All right reserved ®www.suarapedia.com