22 Juli 2019
Home Ekonomi Berita
WAYKANAN

Harga Kopi di Waykanan Tidak Menguntungkan Petani

Foto: istimewa

WAYKANAN (suarapedia) - Peran kopi sebagai pendapatan petani belum menggembirakan, karena harga kopi ditingkat petani selalu pada kondisi sub-optimal dan tidak menguntungkan bagi petani maupun industri olahan kopi.

Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Waykanan, Lampung, Saipul, saat menghadiri Pelatihan Peningkatan Kualitas Pasca Panen Kopi Robusta Kabupaten Waykanan Tahun 2019 di Aula SMU Muhammadiyah, Kampung Rantautemiang, Kecamatan Banjit, Rabu (19/6/2019).

Turut mendampingi, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kussarwono.

Saipul mengatakan subsektor perkebunan di Kabupaten Waykanan memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian daerah. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi subsektor perkebunan terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Waykanan pada sektor pertanian yang memiliki kontribusi terbesar yaitu sebesar 36,37%.

“Rendahnya kemampuan petani kopi dalam penerapan teknologi usaha tani menjadi salah satu penyebab rendahnya produktivitas yang berakibat pada pendapatan yang diterima petani relative rendah dan berfluktuatis. Pada umumnya budidaya tanaman kopi dilakukan secara tradisional sehingga produktivitas yang dicapai masih jauh dari potensi yang seharusnya dapat dicapai sekitar 50% dari potensi maksimal,” ujarnya IKLAN KPU

Dia mengungkapkan bahwa Lampung masuk dalam segitiga emas kopi bersama Sumatera Selatan dan Bengkulu, dan juga Kabupaten  Waykanan menjadi Produksi kopi robusta terbesar di Lampung setelah Lampung Barat dan Tanggamus.

Selanjutnya, pada mutu kopi telah terjadi pergeseran permintaan dari konsumen kopi terhadap mutu dan citarasa kopi yang lebih baik. Penentu mutu kopi salah satunya yaitu penanganan pasca panen yang baik untuk perbaikan mutu. Dimana kegiatan perbaikan mutu hasil perkebunan terletak pada permasalahan yang dihadapi yaitu petani masih melakukan usahanya secara individu, belum dalam skala usaha yang lebih besar sehingga jumlah produk berkualitas baik yang dihasilkan petani di Waykanan relative masih sedikit dan belum dapat memenuhi skala ekonomi.

“Untuk itu, melalui kegiatan ini dengan narasumber yang didatangkan dapat berbagi pengetahuan dan penanganan pasca panen komoditas kopi di Kabupaten Waykanan. Dengan harapan para petani, pelaku usaha dan calon pelaku usaha IKM Kopi di Waykanan mampu menghasilkan biji kopi dengan mutu seperti yang dipersyaratkan oleh Standar Nasional Indonesia,” lanjutnya

Saipul menegaskan n dengan adanya jaminan mutu yang pasti, ketersediaan dalam jumlah yang cukup dan pasokan yang tepat waktu serta berkelanjutan  juga merupakan beberapa syarat yang dibutuhkan agar biji kopi dari Kabupaten Waykanan dapat dipasarkan pada tingkat harga yang lebih menguntungkan.

Diketahui, pada acara tersebut juga dihadiri oleh kepala dan unsur Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Camat Banjit dengan narasumber dari Asosiasi Indutri Kopi Bubuk Lampung (AIKBL) dan juga dari Suistainable Cofee Platform Indonesia (SCOPI) Lampung.

Usai membuka Pelatihan Peningkatan Kualitas Pasca Panen Kopi Robusta, Sekda Saipul selanjutnya melakukan peninjauan ke Bendungan Suplesi Way Besai Kecamatan Banjit.(CHAIKAL)


Tag : Sekda Waykanan Saipul Kopi SCOPI

Berita Lainnya

Loading...

©copyright 2018, All right reserved ®www.suarapedia.com